Kesehatan Pria

Entries categorized as ‘Terapi Kedokteran’

Kok, “Burung”nya Kecil? Bahaya, Enggak, Sih?

29 April, 2009 · 1 Komentar

dre0619lSumber : TabloidNova.com

Kelainan organ vital, menurut Dr. dr. H. Muljono Wirjodiardjo, Sp.A(K) dari RS Internasional Bintaro, ada yang sudah bisa diketahui sejak lahir, tapi ada pula yang baru kelihatan setelah agak besar.

Berikut ini beberapa jenis kelainan yang bisa menimpa organ vital si buyung.

1. Penis kecil (micropenis) (lagi…)

Kategori: Terapi Kedokteran · penyakit · seksologi
Ditandai: , , , , , , , ,

Gaya Hidup Hindari Stroke

28 Agustus, 2008 · & Komentar

Sumber : Kompas

STROKE adalah salah satu penyakit yang mengintai dan bisa membunuh seseorang kapan saja. Di Indonesia misalnya, diperkirakan setiap tahunnya ada sekitar 500 ribu penduduk terkena serangan stroke dan masih merupakan pembunuh utama (first killer) di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit .

Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak (lagi…)

Kategori: Terapi Kedokteran · penyakit · perilaku
Ditandai: , , , , ,

Bila Ereksi Tak ‘Sehebat’ Dulu

5 Juli, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sumber : KoranTempo.com
Ereksi adalah barometer kesehatan pria, baik dari segi fisik maupun psikologis.

Ada sebuah pepatah mengungkapkan, sex is not everything, but without sex everything is nothing. Kalimat tersebut menunjukkan pentingnya kehidupan seks yang harmonis bagi setiap pasangan. Artinya kedua belah pihak, suami dan istri, harus sama-sama bisa menikmati hubungan seks dan saling memberikan kepuasan. Bermasalah dalam kehidupan seksual dapat memicu berbagai masalah, misalnya timbul perasaan jengkel, kecewa, dan marah.

Ada berbagai faktor yang berpotensi menyebabkan ketidakharmonisan kehidupan seksualitas suami-istri. Salah satunya adalah gangguan fungsi seksual. Menurut pakar seksologi Dr Naek L. Tobing, SpKJ, (lagi…)

Kategori: Terapi Kedokteran · perilaku · seksologi
Ditandai: , , ,

Vasektomi Bukan Berarti Dikebiri Lho

14 Juni, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sumber : Kompas.com

Vasektomi atau sterilisasi pada pria adalah salah satu metode kontrasepsi yang aman dan tidak ada efek sampingnya. “Metode ini sangat ampuh, efisien, dan tidak berbahaya, serta tidak berpengaruh terhadap kemampuan maupun kepuasan seksual,” kata Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia, Prof Dr Biran Affandi, SpOG saat media edukasi “Kontrasepsi Sebagai Suatu Kebutuhan” di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (30/5). (lagi…)

Kategori: Terapi Kedokteran · seksologi
Ditandai: , , , , , , , ,

Tutorial Interaktif dan Softcopy Booklet tentang Disfungsi Ereksi (gratis)

30 April, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sesuai dengan judul, berikut ini adalah tutorial interaktif dan softcopy booklet tentang disfungsi ereksi. Sepenuhnya bersifat edukasi, tanpa iklan. Dibuat oleh X-Plain untuk NIH sebuah institusi kesehatan di Amerika.

Silahkan download softcopy booklet (lagi…)

Kategori: Terapi Kedokteran · penyakit · seksologi
Ditandai: , , ,

Puas Versus Keras

30 April, 2008 · 1 Komentar

Sumber : Koran Tempo

Kepuasan seks wanita dipengaruhi oleh keras-tidaknya ereksi.

Sementara sebagian pria disibukkan oleh mitos “ukuran” yang paling penting, kaum wanita justru yakin kerasnya penis saat ereksilah yang menjadi faktor utama yang membuat mereka berhasil mencapai kepuasan sewaktu berhubungan intim. Hal ini terungkap dalam global better sex survey terhadap 12.558 pria dan wanita di 27 negara pada 2006. Survei mengenai perilaku seksual ini memperlihatkan bahwa sekitar 65 persen pria dan 66 persen wanita merasa sangat puas karena penis yang keras sehingga kehidupan cinta dan asmara mereka memuaskan. Dalam survei itu terungkap bahwa tingkat kerasnya penis saat ereksi sama pentingnya dengan kemampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi itu sendiri.
(lagi…)

Kategori: Terapi Kedokteran · seksologi
Ditandai: , ,

SEPUTAR EREKSI : Mirip Sosis atau Pisang?

30 April, 2008 · 1 Komentar

Sumber : Suara Karya Online

Bagi para pria –untuk mendapatkan pengalaman seksual yang memuaskan– ternyata yang dibutuhkan bukan hanya mencapai dan mempertahankan ereksi saja, namun juga tingkat atau kadar kekerasan ereksi. Derajat ereksi yang ideal untuk mendapatkan kepuasan seksual adalah penis keras seluruhnya dan tegang sepenuhnya, seperti mentimun.

Konsensus baru dari para ahli menganjurkan para pria untuk mengukur derajat kekerasan ereksi mereka dengan menggunakan metode pengukuran EHS (erection hardness score) untuk memonitor apakah mereka mencapai potensi ereksi yang sempurna.

Skala nilai yang digunakan EHS adalah 1-4. (lagi…)

Kategori: Terapi Kedokteran · seksologi
Ditandai: , ,

Ukur Kekerasan Ereksi dengan EHS

30 April, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sumber : Okezone.com

Pada tahun 2006, Pfizer melakukan Global Better Sex Survey (GBBS 2006), sebuah survei mengenai perilaku seksual dari 12.558 pria dan wanita di 27 negara.

“Melalui survei ini terungkap bahwa untuk mendapatkan pengalaman seksual yang memuaskan dibutuhkan tingkat kekerasan ereksi yang optimal. Tingkat kekerasan ereksi itu sama pentingnya dengan kemampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi itu sendiri,” kata Dr Andini Suhardi, Senior Product Manager untuk Viagra PT Pfizer Indonesia, ketika ditemui okezone dalam acara temu wartawan di Tiamo Cafe, Pacific Place, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2008).

Hasil temuan GBBS juga mengungkapkan bahwa sekitar 2/3 pria (65 persen) dan wanita (66 persen) merasa sangat puas dengan ereksi yang keras sehingga kehidupan cinta dan asmara mereka memuaskan. Selain itu, 57 persen pria dan 50 persen wanita merasa sangat puas dengan ereksi yang keras sehingga kondisi kesehatan secara keseluruhan juga mencapai kesempurnaan.
(lagi…)

Kategori: Terapi Kedokteran · seksologi
Ditandai: , ,

Skala Kekerasan penis saat ereksi : tape, pisang rebus, sosis, mentimun atau terung

30 April, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Untuk mengukur seberapa keras penis saat ereksi, ada metode yang dikembangkan Dr Irwin Goldstein dengan menggunakan empat skala sederhana sehingga bisa dilakukan setiap orang: erection hardness score. Metode ini menggunakan skala nilai 1-4 sebagai acuan untuk melihat status seksual dan efektivitas pengobatan. Untuk bisa melakukan ereksi sempurna, harus mencapai skala 4.

  1. Penis membesar, tapi tidak cukup besar seperti tape.
  2. Penis mengeras, tapi tidak cukup keras untuk penetrasi seperti pisang rebus yang sudah dikupas kulitnya.
  3. Penis cukup keras untuk penetrasi, tapi tidak seluruhnya keras seperti sosis.
  4. Penis keras secara menyeluruh dan tegang sepenuhnya seperti mentimun atau terung.

Kategori: Terapi Kedokteran · seksologi
Ditandai: , , , , , , , ,

Gangguan Ereksi, Awal Gejala Penyakit Lebih Serius

26 April, 2008 · 1 Komentar

Sumber : Koran Tempo

Ini jadi peringatan bagi para pria. Lebih dari 150 juta pria di seluruh dunia telah menderita disfungsi ereksi dan diperkirakan 20 tahun mendatang angka kejadian ini akan meningkat menjadi dua kali lipat mencapai 322 juta dengan perincian 100 juta penderita berada di Asia.

Penyakit disfungsi ereksi, yang merupakan kondisi ketidakmampuan pria secara konsisten maupun berulang untuk mempertahankan atau mencapai ereksi cukup untuk dapat melakukan hubungan intim yang memuaskan ini, umumnya dijumpai pada 40-50 persen pria di atas usia 40 tahun.

Disfungsi ereksi (DE) merupakan isu yang sering dibicarakan berkaitan dengan masalah kesehatan pria, kendati para dokter masih jarang mendiskusikan masalah ini dengan pasien, DE punya faktor multirisiko. DE yang tadinya hanya berkaitan dengan kondisi kualitas hidup pria menjadi gangguan yang makin menakutkan karena menempel kuat pada penyakit mengancam jiwa seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, jantung, dan depresi.
(lagi…)

Kategori: Terapi Kedokteran · penyakit · seksologi
Ditandai: , , , ,