Hati-Hati Rayuan Penjual Obat


Dikutip dari : Gaya Hidup Sehat

“Saya pria umur 52 tahun, keadaan fisik sehat. Saya periksa kesehatan secara teratur, dan hasil laboratorium baik. Namun, mengapa sejak empat bulan ini kalau mau berhubungan dengan istri sering gagal? Seringkali sudah ereksi, tetapi waktu mau melakukan hilang tiba-tiba dan tidak bisa lagi.

Baru-baru ini saya ditawari obat di sebuah toko obat. Obat herbal itu katanya bagus, bahkan lebih bagus dari obat apa pun yang ada di pasaran. Dia bilang tidak ada efek samping sama sekali, tak ada pantangan, dan tidak perlu resep dokter. Saya tidak berani, selain tidak yakin keterangan orang itu.

Saya pernah mengikuti salah satu seminar di Jakarta dan Prof. Wimpie sendiri menjadi pembicaranya beberapa bulan lalu. Saya ingat waktu itu dijelaskan bahwa untuk mengobati disfungsi ereksi harus menjalani pemeriksaan dulu. Saya juga mencatat penjelasan bahwa saat ini obat yang paling efektif di seluruh dunia untuk gangguan ereksi adalah golongan PDE5 inhibitor.

Mohon dijelaskan, apakah tawaran obat di toko obat itu bisa dibenarkan? Apakah benar obat herbal yang ditawarkan itu lebih bagus khasiatnya dari obat apa pun yang ada di pasaran? Benarkah tidak ada efek samping karena obat herbal? Apakah sekarang sudah ada obat baru? Kalau tidak lebih bagus, mengapa dia berani menawarkan itu?” S.T., Jakarta

Disfungsi Ereksi
Kalau Anda sering gagal melakukan hubungan seksual karena ereksi hilang, berarti Anda mengalami disfungsi ereksi. Jadi seorang pria dianggap mengalami disfungsi ereksi kalau tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi penis untuk melakukan hubungan seksual yang baik.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi, baik yang bersifat fisik maupun psikis. Dengan pemeriksaan yang lengkap dapat diketahui apa penyebab utama disfungsi ereksi yang Anda alami.

Kalau Anda mengatakan semua hasil pemeriksaan baik, sangat mungkin belum semua biokimia darah yang diperlukan telah diperiksa. Apalagi kalau tidak mendapat pemeriksaan sama sekali.

Dengan demikian, pemeriksaan sebelum mendapat pengobatan sangat penting dilakukan, bahkan mutlak, agar pengobatan yang diberikan tepat dan mendasar. Kalau tidak, pengobatan yang diberikan tak selalu tepat dan tidak mendasar.

Informasi Bohong
Apa yang dikatakan oleh petugas toko obat, saya harus katakan tidak benar. Sungguh tidak punya dasar dan bukti ilmiah kalau benar dia mengatakan bahwa obat yang ditawarkan lebih baik dari obat yang ada di pasaran saat ini.

Bahkan, saya anggap penjelasan itu menyesatkan karena secara internasional pada saat ini hanya golongan PDE5 inhibitor yang dianggap paling efektif untuk disfungsi ereksi. Jadi kalau benar obat herbal yang ditawarkan itu lebih baik daripada yang ada di pasaran, tentu secara internasional obat itulah yang diakui pada saat ini.

Seperti penjelasan yang pernah Anda dengar dari saya pada seminar itu, memang obat golongan itulah yang paling efektif pada saat ini untuk disfungsi ereksi.
Mengapa petugas toko obat itu berani menyatakan seperti itu, saya pikir ada dua kemungkinan. Pertama, dia hanya sekadar bicara karena memang dia tidak berkompeten sehingga tidak mengerti. Kedua, memang benar obat herbalnya berkhasiat bagus, tetapi dia tidak tahu apa yang terkandung di dalamnya.

Efek Lebih Lamban
Kalau ternyata obat herbalnya memang berkhasiat, apalagi dikatakan lebih bagus daripada yang ada di pasaran, sangat mungkin apa yang disebut obat herbal itu sebenarnya telah dicampur dengan obat yang secara internasional telah diakui tersebut. Saya kira bukan rahasia lagi obat herbal dicampur dengan bahan kimia tertentu agar khasiatnya dirasakan.

Sebagai pegangan bagi masyarakat, cara membedakan apakah benar suatu obat adalah obat herbal atau obat bukan herbal ialah melalui cara pemberian dan khasiatnya. Umumnya obat herbal memerlukan waktu sebelum menunjukkan hasil, jadi efeknya tidak instan atau tidak segera setelah dikonsumsi.

Nah, untuk memastikan apa yang terkandung di dalam obat yang disebut herbal oleh petugas di toko obat itu diperlukan pemeriksaan analisis bahannya. Yang pasti, sampai saat ini belum ada obat baru yang telah diakui secara internasional.

Tentang obat herbal yang selalu dikatakan tidak punya efek samping, jelas ini suatu kebohongan. Tidak benar semua bahan herbal tak punya efek samping. Contoh yang jelas adalah ganja, meskipun berasal dari tanaman, tetapi sangat jelas punya efek samping bahkan sangat berbahaya.

Mengenai mengapa petugas itu berani menawarkan seperti itu, ya karena dia memang tidak mengerti, dan hanya ingin menjual. Namanya juga usaha!

Ke dokter…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s