Puas Versus Keras


Sumber : Koran Tempo

Kepuasan seks wanita dipengaruhi oleh keras-tidaknya ereksi.

Sementara sebagian pria disibukkan oleh mitos “ukuran” yang paling penting, kaum wanita justru yakin kerasnya penis saat ereksilah yang menjadi faktor utama yang membuat mereka berhasil mencapai kepuasan sewaktu berhubungan intim. Hal ini terungkap dalam global better sex survey terhadap 12.558 pria dan wanita di 27 negara pada 2006. Survei mengenai perilaku seksual ini memperlihatkan bahwa sekitar 65 persen pria dan 66 persen wanita merasa sangat puas karena penis yang keras sehingga kehidupan cinta dan asmara mereka memuaskan. Dalam survei itu terungkap bahwa tingkat kerasnya penis saat ereksi sama pentingnya dengan kemampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi itu sendiri.

Hal ini dibenarkan oleh konsultan seksologi, Dr Herdiman Bernard Purba, SpRM, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Menurut dia, dari pasangan yang berkonsultasi ke kliniknya, ternyata kepuasan seks wanita dipengaruhi oleh keras-tidaknya penis yang dicapai. “Jika ereksinya tidak tercapai, gimana perempuan bisa puas,” ujar Herdiman dalam diskusi tentang “Tingkat Kekerasan Ereksi Pria dan Kepuasan Seks bagi Wanita” di Jakarta baru-baru ini.

Memang kenikmatan seksual bisa saja diperoleh tanpa berhubungan intim, seperti melakukan masturbasi, hingga mencapai orgasme. Bagi perempuan, kenikmatan bisa didapatkan hanya dengan membayangkan sesuatu yang indah serta menstimulasi alat genitalnya dengan jari. Namun, kata psikolog Dra Zoya D. Jusung, MPsi, kenikmatan orgasme yang dicapai tanpa berhubungan intim belum tentu membuahkan rasa puas bagi individu yang bersangkutan.

“Ini berbeda dengan hubungan intim. Selain pleasure (kenikmatan) dan satisfy (kepuasan), juga dibutuhkan pengalaman erotis psikologis yang terkait dengan aspek lain, seperti kualitas hidup dan relationship dengan pasangan,” Zoya menambahkan. Menurut dia, banyak pasangan suami-istri yang berhubungan intim tapi tidak menikmati, sehingga tidak meraih kepuasan.

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang memadai untuk berhubungan seks yang memuaskan kedua pihak. Di Indonesia, 10-15 persen pria sudah menikah mengalami disfungsi ereksi. Menurut survei pada 2000, penderitanya terutama dari kalangan eksekutif berusia 20-60 tahun. Penyebabnya antara lain masalah psikis, seperti penampilan wanita yang tidak bisa menimbulkan hasrat si pria; gaya hidup yang kurang baik, seperti kebiasaan merokok dan menenggak alkohol; serta penyakit diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Kondisi tersebut mampu membuat aliran darah ke penis terhambat.

Menurut Herdiman, bila pria mengalami rangsangan, penis akan membesar karena ada aliran darah yang mengalir ke dalam penis, tapi tahap itu belum dikatakan ereksi. Semakin tinggi rangsangan, penis akan semakin membesar dan mengeras agar bisa melakukan penetrasi. Alat vital yang keraslah yang dibutuhkan untuk masuk ke dalam liang vagina yang kecil. “Liang vagina itu kecil. Untuk bisa masuk, dibutuhkan tekanan yang cukup kuat,” ia menjelaskan.

Herdiman menambahkan, ereksi juga jangan hanya saat di luar alat genital. Sebaiknya, ketika sudah penetrasi, penis dipertahankan agar tetap keras untuk bisa merangsang bagian dalam vagina atau menemukan titik kepuasan wanita (G spot). Ternyata, kata dia, sensasi vagina terletak pada sepertiga dari depan liang vagina (kedalaman 3 sentimeter).

Lantas, berapa lama waktu ereksi yang dibutuhkan untuk memuaskan wanita? Sayangnya, tidak ada patokan bakunya. “Bergantung pada pasangan masing-masing, mungkin ada yang baru puas 15 menit atau ada yang puas hanya dalam dua menit,” kata Herdiman. Namun, rata-rata durasi ereksi pria adalah dua menit, terhitung sejak penetrasi.

Pria juga perlu mengetahui bahwa wanita lebih lambat “panas” dan lebih lambat “dingin”. Beda dengan pria yang cepat “naik” dan cepat “turun”. Untuk itu, menurut Herdiman, pria harus lebih bertoleransi. Itulah sebabnya, dibutuhkan foreplay agar masing-masing sama-sama siap melakukan hubungan intim. Saat wanita terangsang, payudara dan puting mengeras, lantas terjadilah pelendiran vagina dan terbuka lebih besar. “Secara visual, warna vagina berubah menjadi merah kebiru-biruan,” ujarnya.

Menurut Zoya, tujuan hubungan intim untuk menggapai kepuasan bersama. Untuk itu, komunikasi yang lancar di antara pasangan sangatlah penting. “Jangan malu untuk terbuka dan jangan pula pura-pura merasa puas,” ia mencetuskan.

MARLINA MARIANNA SIAHAAN

Iklan

One response to “Puas Versus Keras

  1. wah ‘hot’ banget nih, thx atas ilmunya..
    keep rockin’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s