Bila Ereksi Tak ‘Sehebat’ Dulu


Sumber : KoranTempo.com
Ereksi adalah barometer kesehatan pria, baik dari segi fisik maupun psikologis.

Ada sebuah pepatah mengungkapkan, sex is not everything, but without sex everything is nothing. Kalimat tersebut menunjukkan pentingnya kehidupan seks yang harmonis bagi setiap pasangan. Artinya kedua belah pihak, suami dan istri, harus sama-sama bisa menikmati hubungan seks dan saling memberikan kepuasan. Bermasalah dalam kehidupan seksual dapat memicu berbagai masalah, misalnya timbul perasaan jengkel, kecewa, dan marah.

Ada berbagai faktor yang berpotensi menyebabkan ketidakharmonisan kehidupan seksualitas suami-istri. Salah satunya adalah gangguan fungsi seksual. Menurut pakar seksologi Dr Naek L. Tobing, SpKJ, gangguan fungsi seksual dapat dialami siapa saja. “Tak hanya suami, istri pun suatu saat bisa mengalami masalah yang menyebabkan gangguan dalam hubungan suami-istri,” katanya saat menjadi pembicara dalam dialog kesehatan bertema “Sex for Better Life” yang diadakan Tempo beberapa waktu lalu.

Pada pria, masalah seksual yang paling sering muncul adalah gangguan libido, yakni dorongan seks yang membuat orang melakukan aktivitas seksual dan ereksi. Sedangkan pada wanita jauh lebih kompleks. Masalah seksual ini, kata Naek, penyebabnya beragam. Perbedaan sifat dan kebiasaan antara suami dan istri, misalnya, bisa memicu timbulnya masalah dalam kehidupan seksual mereka. “Ini banyak sekali terjadi,” ujarnya.

Menurut Naek, sebagian besar masalah seksual wanita disebabkan oleh faktor psikologis, yakni mencapai 90 persen. Sedangkan pada pria, gabungan keduanya, faktor fisik dan psikologis. “Umumnya penyebabnya campuran. Sebab, faktor fisik selalu menimbulkan masalah psikologis, misalnya cemas berhubungan karena takut istri marah atau menderita karena tidak puas, dan sebagainya,” kata Naek.

Naek menjelaskan, dari berbagai masalah gangguan fungsi seksual yang ada, disfungsi ereksi paling mencuat ke permukaan. Maklum, yang paling utama dalam hubungan seksual adalah ereksi. Ketika seorang suami mengalami disfungsi ereksi, bukan hanya dia yang tidak bisa menikmati seks, sang istri pun merasakan dampaknya. Dan yang perlu menjadi perhatian, menurut Naek, ereksi adalah barometer kesehatan pria, baik dari segi fisik maupun psikologis. “Jika seorang pria mengalami gangguan ereksi, berarti ada masalah dengan dirinya yang bisa menyangkut masalah kesehatan fisik atau psikis,” tutur Naek.

Naek menjelaskan umumnya gangguan ereksi pada pria di atas usia 40 tahun disebabkan oleh faktor fisik, yakni adanya penurunan kondisi tubuh akibat bertambahnya usia sehingga tubuh tak seprima dulu. “Sebagian besar pria yang berusia lanjut akan mengalami gangguan ereksi,” katanya. Nah, bila belum memasuki usia 40 tahun seorang pria mengalami gangguan ereksi, ada kemungkinan faktor psikologis penyebabnya.

Stres dan depresi, misalnya, bisa membuat seseorang mengalami disfungsi ereksi. Tapi bisa juga karena kebiasaan merokok, minuman beralkohol, konsumsi obat-obatan tertentu, dan kelainan hormon. Atau bisa jadi gangguan ereksi muncul akibat adanya penyakit, seperti diabetes, hipertensi, jantung koroner, stroke, kolesterol tinggi, dan gangguan ginjal.

Dari deretan penyakit yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi, menurut Naek, diabetes dan hipertensi yang paling berat. Diabetes paling ditakuti karena tidak bisa disembuhkan. Hipertensi lain lagi masalahnya. Justru obat-obatan yang digunakan untuk mengobati hipertensi dapat menyebabkan disfungsi ereksi. “Hampir semua obat hipertensi menyebabkan disfungsi seksual setelah pemakaian jangka waktu tertentu. Bisa satu tahun, dua tahun, yang pasti akhirnya akan mengalami disfungsi,” katanya.

Tapi tak perlu cemas, menurut Naek, karena hampir semua disfungsi ereksi bisa diobati. Mengetahui secara jelas faktor penyebab terjadinya disfungsi ereksi ini sangat penting sebagai langkah awal pengobatan. Jadi, jangan ragu mengunjungi dokter bila Anda merasa kualitas hubungan seksual tak sehebat dulu! NUNUY NURHAYATI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s