Kok, “Burung”nya Kecil? Bahaya, Enggak, Sih?


dre0619lSumber : TabloidNova.com

Kelainan organ vital, menurut Dr. dr. H. Muljono Wirjodiardjo, Sp.A(K) dari RS Internasional Bintaro, ada yang sudah bisa diketahui sejak lahir, tapi ada pula yang baru kelihatan setelah agak besar.

Berikut ini beberapa jenis kelainan yang bisa menimpa organ vital si buyung.

1. Penis kecil (micropenis)
Micropenis terjadi jika ukuran penis pendek/kecil tapi buah zakar (testis)-nya normal. Pada bayi, ukuran normalnya 3-3,5 cm.
Untuk memastikannya, orangtua dapat mengukurnya. “Caranya, daerah pubik di bagian pangkal penis ditekan, baru diukur,” ujar Muljono yang menambahkan bahwa kelainan ini bisa diobati dengan hormon.

2. Kulup kecil (phimosis)
Ini terjadi jika lubang di ujung kulup penis kecil. Gejala
phimosis bisa ditandai jika anak kesakitan ketika buang air kecil. “Phimosis bukan kelainan serius. Untuk mengatasinya, biasanya anak segera disunat.” ujar Muljono.

3. Kelainan lubang kencing (hipospadia)
Lubang kencing yang normal terletak di ujung saluran kencing (urethra). Pada anak penderita hipospadia, lubang kencingnya bukan di ujung batang penis, melainkan di mana saja di sepanjang batang penis. Hipospadia harus segera ditangani dengan operasi plastik.

4. Hernia
Hernia adalah turunnya usus ke kantung buah zakar, lama-kelamaan akan mendesak testis dan menyebabkan sakit luar biasa. Gejala akan bertambah parah jika anak selalu menangis. Hernia harus segera dioperasi untuk mengembalikan usus ke posisi semula.

5. Testis besar
Testis besar ada yang disebut hidrosel dan varikosel. Hidrosel jika testis berisi cairan, membengkak dan terlihat bening kemerahan seperti buah anggur. Hidrosel tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Sementara, varikosel harus dioperasi. Bengkak varikosel karena virus variks dan biasanya testis akan terlihat keruh di bagian dalamnya.

6. Skrotum membesar (skrotum udema)
Penyebab skrotum membesar, bisa karena alergi, penyakit (misalnya ginjal), bisa juga akibat gigitan serangga.

7. Hermaphrodit
Sering disebut bingung kelamin karena penis kecil seperti klitoris, sementara skrotumnya disangka bibir vagina (labia). “Ini terjadi karena kelainan kromosom. Untuk memastikan bayi tersebut perempuan atau laki-laki, lakukan tes kromosom,” terang Muljono.

Hasto Prianggoro

Iklan

One response to “Kok, “Burung”nya Kecil? Bahaya, Enggak, Sih?

  1. jejakjejakcinta

    Penis kecil aku kira ndak bahaya,cuma ndak enak rasanya buat wanita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s